PaciranLamongan.com – Konon, PC IPM Paciran merupakan basis Ikatan Pelajar Muhammadiyah terbesar se-Indonesia karena bukan persoalan yang mudah bagi PC IRM Paciran yang harus memimpin dan membina 37 Ranting dengan kurang lebih 4.226 anggota yang tersebar di 14 desa/kelurahan dan 17 sekolah. Bukan hal yang mudah pula untuk terburu-buru menetapkan apakah secara rata-rata kualitas Ranting mengalami penurunan, penaikan, ataukah jalan ditempat. Masalah ini berpulang pada banyaknya parameter yang harus dicermati, maka tak heran jika dalam permusyawaratan tingkat wilayah atau Musywil IPM mendengar IPM Paciran mereka akan gentar, padahal PC IPM Paciran biasa-biasa saja.
Perlu kita ketahui bersama bahwa Ikatan Pelajar Muhammadiyah pernah mendapat predikat OKP Terbaik se-Indonesia oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Nopember 2011 kemarin, bukan berarti membuat Ikatan “besar kepala”, seharusnya IPM terus melakukan evaluasi terhadap kinerja Ikatan kita.
Jika Ikatan Pelajar Muhammadiyah ditetapkan oleh Kemenpora sebagai OKP Terbaik se-Indonesia seharusnya IPM tiap membuat kaderisasi tidak terkedan asal-asalan termasuk mengikuti nafsu personal atau bahkan dikejar program kerja IPM
Contoh:
Studi Kasus pada Kajian Sastra dan Pelatihan Administrasi PC IPM Paciran pada hari Kamis-Jum`at, 19-20 April 2012 bertempat di Perguruan Muhammadiyah Kranji
Pertama, dalam sejarah Pimpinan Cabang dua kegiatan diadakan dalam waktu yang bersamaan (baca: 2 in 1). Kegiataan seperti ini hanya berorientasi pada terlaksananya program kerja, bisa juga keinginan pribadi personal bukan orientasi pada kebutuhan.
Kedua, target kegiatan tersebut tidak berhasil dicapai alias GATOT (Gagal Total), sebab kurikulum pengaderan tersebut beda. Misalnya, Pengaderan Formal Utama, Pengaderan Formal Pendukung dan Pengaderan Formal Pelengkap
Ketiga, ketidakjelas konsep pengaderan dan sangat terkesan asal-asal, yang penting berjalan dan lupa akan konsep utamanya.
Keempat, Instruktur Evaluasi maupun Instruktur Pendamping selalu tidak tau tugasnya (job descriptions), biasanya mereka di briefing “yang penting kamu dampingi, kalau ngantuk bangungkan atau suruh cuci muka dan bla bla bla”
Bersambung









